warga lenteng agung geger atau heboh banggggggggettttttttttttt, karena mengetahui ada penampakan Alien.
apakah benar,????????????????????????????????????????
lihatlah sendiri,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Selain Justin Bieber, apa lagi sih yang
lagi digandrungi remaja Indonesia saat ini? Mungkin salah satu
jawabannya adalah Korean pop-culture (terutama artis dan drama Korea).
Bisa dibilang penggemar Korea di negara ini memiliki jumlah yang tidak
sedikit. Lalu, bagaimana dengan negara lainnya? Apakah demam Korea juga
melanda negara-negara lainnya? Ya, ternyata demam Korea tidak hanya
terjadi di Indonesia saja sodara-sodara, tapi juga di salah satu negara
tetangga kita yang bernama Thailand. Hal itu dibuktikan melalui film
Thailand berjudul Hello Stranger (judul asli: Kuan meun ho) besutan sutradara Banjong Pisanthanakun, sebuah film bergenre komedi romantis yang berlatarkan negeri penghasil ginseng tersebut.
Hello Stranger bercerita tentang dua
orang –cewek dan cowok – yang tidak saling mengenal yang sama-sama
sedang berlibur di Korea Selatan. Si cewek merupakan penggemar berat
drama Korea, dan ia berlibur ke Korea dengan tujuan untuk mengunjungi
tempat-tempat yang pernah digunakan di drama Korea (ya, tempat-tempat
tersebut ternyata dijadikan tempat wisata, salah satunya adalah Nami Island yang merupakan setting drama Winter Sonata)
sekaligus untuk menghadiri pernikahan temannya yang merupakan orang
Korea. Sedangkan si cowok merupakan kebalikan dari si cewek. Ia bukanlah
penggemar drama Korea, dan alasan ia berlibur ke Korea adalah
semata-mata untuk menghibur dirinya yang baru saja putus dengan
pacarnya. Di bagian awal, mereka berlibur secara terpisah. Si cewek
berlibur sendiri, sedangkan si cowok berlibur dengan rombongan tour.
Lalu, karena suatu kejadian, mereka berdua bertemu dan kemudian
memutuskan menghabiskan masa liburan mereka di Korea bersama-sama.
Meskipun tidak saling mengenal, dengan cepat si cewek dan si cowok
tersebut langsung akrab dan mereka banyak melakukan hal yang gila dan
menyenangkan di sana. Namun, meskipun begitu, mereka sepakat untuk tidak
memberitahu nama mereka masing-masing. Dua orang tersebut kemudian
mulai saling terbuka dan saling menceritakan masalah mereka
masing-masing. Selanjutnya, mungkin bisa ditebak, kedua orang ini mulai
merasakan ‘suatu perasaan’ satu sama lain. Lalu, apa selanjutnya yang
akan terjadi pada mereka? Apakah hubungan antara kedua orang asing ini
akan berlanjut setelah mereka pulang ke Thailand? Atau, apakah mereka
akan kembali menjadi orang asing? Sila tonton sendiri
Dengan membaca sinopsis di atas, mungkin
kita akan merasa cerita film ini tergolong klise dan sama sekali tidak
menawarkan hal yang baru. Hal tersebut memang benar. Jadi, apa yang
menjadikan film ini layak untuk ditonton banyak orang? Jawaban pertama
adalah humor di dalamnya. Ya, film ini memang banyak menghadirkan momen
lucu yang bisa membuat penontonnya tertawa melalui tingkah konyol dua
tokoh utamanya. Lalu, jawaban yang kedua adalah karakteristik dan
chemistry dua tokoh utamanya. Saya sukaaa banget sama karakteristik dua
orang ini. Menurut saya mereka adalah pasangan yang sangat fun dan tidak
membosankan. Yang paling saya suka sih karakteristik cowoknya. Di luar
tampangnya yang good looking, sebenarnya karakter cowoknya ini
bukan tipikal karakter yang mudah membuat perempuan jatuh cinta.
Karakter cowoknya malah terlihat agak annoying, dan untuk
ukuran laki-laki, karakter ini termasuk cerewet sekali. Tapi itu malah
yang saya suka dari film ini. Karakteristik kedua tokohnya inilah yang
membuat filmnya jadi lucu dan segar. Chemistry antara pasangan ini pun
berhasil dibangun dengan baik. Meskipun diceritakan hanya mengenal
beberapa hari, tapi mereka kelihatan kayak udah kenal lamaaaa banget.
Penonton pun pasti akan dibuat gregetan dan berharap mereka akhirnya
akan bersama.
Seperti yang telah ditulis di bagian
awal, film ini juga membuktikan bahwa Thailand termasuk negara yang juga
dilanda demam drama Korea. Hal itu diperlihatkan melalui rombongan tour
Happy Korea (yang diikuti si cowok) yang dikhususkan untuk
mengunjungi lokasi-lokasi yang pernah digunakan sebagai setting drama
Korea (seperti lokasi drama Winter Sonata, Princess Hours, Coffee Prince).
Namun, hal tersebut dijadikan sebagai suatu sindiran halus yang
ditunjukan melalui karakter si cowok (ada scene di mana karakter si
cowok berpendapat yg sedikit menyindir tentang drama korea). Namun, yang
agak disayangkan, seperempat bagian akhirnya menurut saya jadi tidak
ada bedanya dengan drama Korea kebanyakan karena ceritanya langsung
berubah menjadi sedikit menye-menye lengkap dengan sedikit tangisan.
Tapi hal tersebut tidak begitu mengganggu kok, dan ditolong oleh
endingnya yang menurut saya sangat manis meskipun terkesan menggantung.
Ja, overall, saya suka film ini. Recommended! Terutama buat para penyuka
film-film bergenre komedi romantis. 3,75 bintang deh
Ini
Review pertama Ann. Berhubung para author PD lagu pada demen ama
Lakorn, kali ini Ann bakal ngebahas tentang Thai-Movie yang kocak abis.
Cekidot….
Judul : ATM Thai
Nama Lain : ATM Errak Error
Genre : Romantic Comedy
Tanggal Rilis : 19 Januari 2012
Director : Mez Tharatorn
Runtime : 117 menit
Apa
jadinya jika perusahaan tempatmu bekerja mempunyai peraturan, ‘Tidak
boleh ada hubungan spesial di antara karyawan’? Mungkin sebagian besar
berpikir itu adalah sebuah peraturan yang aneh, cinta kok dilarang?
Namun sebagian lagi menerima peraturan itu sebagai hal yang lumrah dan
wajar. Namun apa jadinya jika yang bertugas untuk mendisiplinkan
karyawan yang melanggar aturan tersebut, justru terlibat dalam hubungan
spesial dengan salah satu bawahannya?
Hal
yang dialami oleh Jib, seorang wanita karir yang bekerja sebagai Wakil
Direktur di sebuah bank asal Jepang, Bank JNBC (Japan National Bank of
Commerce). Jib terlibat hubungan spesial dengan seorang karyawannya yang
tampan bernama Suer. Sebagai Wakil Direktur, salah satu tugas Jib
adalah mendisiplinkan karyawan yang melanggar salah satu aturan
perusahaan yang tidak memperbolehkan sesama karyawan berpacaran, yaitu
salah satunya harus mengundurkan diri dari perusahaan. Jib merasa
tertekan karena tugasnya itu. Ia merasa melakukan hal yang tidak adil,
karena ia sendiri melanggar aturan perusahaan dan pacaran sembunyi2. Makan
malam bersama tapi berbeda meja, agar tidak ketahuan orang2 kantor.
Karena mendengar keluh kesah Jib, Suer memberanikan diri melamar Jib dan
menyiapkan semua persiapan pernikahan mulai dari undangan, catering,
gedung hingga gaun pengantin dalam satu malam. Namun masalahnya
adalah…siapa yang akan mengundurkan diri dari perusahaan? Namun karena
merasa sayang dengan posisi mereka masing2, mereka berdua tidak ada yang
mau mengalah.
Suatu
hari, saat sedang memasang software baru di salah satu ATM dekat
lapangan bola, dua karyawan Bank JNBC melakukan kesalahan. Karena
software yang hendak mereka pasang berbahasa Jepang dan tidak mengerti
artinya, mereka melakukan sebuah kesalahan fatal, uang ATM akan
dilipatgandakan dua kali lipat dari uang yang semestinya diambil.
Parahnya lagi, tidak lama kemudian, seorang pemuda, Peud, mengambil uang
di ATM tersebut dan betapa terkejutnya ia karena uang yang keluar dari
ATM itu malah dua kali. Hal itu menjadi semakin heboh karena Peud
menghubungi temannya yang sedang menonton pertandingan bola di stadion
dan memberitahukan tentang temuannya itu. Hal itu jelas membuat Bank
JNBC tempat Jib bekerja kelabakan. Pimpinan Bank tersebut lalu
memerintahkan Jib dan Suer untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan
menemukan orang2 yang mengambil uang di ATM itu tepat pada waktu
kejadian. Merasa kalau tugas ini adalah sebuah kesempatan, Jib dan Suer
lalu menjadikan tugas itu sebagai ajang taruhan. Siapa yang pertama kali
berhasil mengusut tuntas kasus ATM Error tersebut, yang kalah harus
mengundurkan diri dari perusahaan.
Dan
dimulailah perjuangan mereka yang saling bersaing memecahkan kasus ATM
Error tersebut. Mulai dari menemukan orang2 yang mengambil uang di ATM
pada waktu kejadian. Banyak kejadian2 mengejutkan yang mereka hadapi
saat berusaha mengusut kasus itu, mulai dari kehilangan
kunci mobil, menyamar menjadi petugas polisi, hingga hampir diterkam
buaya di sebuah gudang, dan akhirnya mereka mengetahui kalau ternyata
para nasabah yang mengambil uang di ATM itu saling berhubungan satu sama
lain. Belum lagi sepasang kekasih itu mendadak menjadi musuh. Namun,
satu hal yg harus mereka korbankan dari tugas yang diembankan pada
mereka dan ego yang tinggi Jib dan Suer, yaitu….Rencana pernikahan
mereka yang terancam batal!
Memperkenalkan
Preechaya Pongthananikorn sebagai Jib
Seorang wanita karir yang bekerja di BANK JNBC dengan posisi sebagai Wakil Direktur. Sosok yang
tegas dan memiliki ego tinggi. Ia bertugas menyidang bawahannya yang
melanggar peraturan tentang larangan pacaran sesama karyawan. Hubungan backstreetnya
dengan Suer menjadi dilema baginya, itu dikarenakan ia mendisiplinkan
karyawannya yang melanggar aturan, sedangkan dia sendiri melanggar
aturan tersebut. Jib sangat berambisi memenangkan taruhan itu karena ia
tidak ingin melepas jabatannya yang sangat potensial di perusahaannya.
Namun karena sikap egoisnya tersebut malah berbuah penyesalan, karena
hubungannya dengan Suer kandas di tengah jalan menjelang pernikahannya.
Chantaviv Dhanasevisebagai Suer
Karyawan pria yang paling tampan di perusahaannya, punya senyum yang sangat manis dan merupakan bawahan Jib sekaligus tunangan backstreetnya.
Suer sangat mencintai Jib, hingga ia nekat melamar Jib. Ia tidak rela
melepas jabatannya di Bank, karena ia merupakan sosok pria yang
gentleman, ia beranggapan ia yang akan bertanggung jawab membiayai hidup
Jib sebagai suaminya. Suer tipe pria yang sangat murah hati, ia bahkan
rela membantu para nasabah yang tersangkut kasus ATM Error dengan
mengganti uang Bank yang mereka ambil agar para nasabah itu tidak
mendapat tuntutan dari Bank tempatnya bekerja. Ia tidak tega melihat
orang2 itu mendapat tuntutan hukum setelah orang2 itu menyelamatkan
nyawanya dan Jib dari terkaman buaya. Meskipun ia harus merelakan uang
yang rencananya akan digunakan untuk biaya pernikahannya dengan Jib.
Film
ini sangat kocak, selain akting pemerannya yang keren, film ini juga
menyiapkan banyak kejutan yang tidak terduga. Banyak kejadian2 lucu di
film ini, mulai kesialan Suer yang kehilangan kunci mobilnya karena
jatuh ke saluran air, mobilnya diderek, mesti menyamar menjadi polisi
gadungan, hingga hampir diterkam buaya. Berbeda dengan Jib, karena
ambisinya yang begitu besar, ia rela melakukan apa saja untuk
memenangkan taruhan itu, bahkan hingga mengurung Suer yang tertidur
karena obat bius di dalam kamar mandi hotel yang pintunya diganjal
dengan lemari pakaian. Ha!
Ada
adegan lucu juga dari dua pemeran remaja yang sedang kasmaran di film
ini. Adegan Peud menunjukkan bentuk cintanya pada kekasihnya, Gob. Peud
seakan2 mengeluarkan pisau dari kantungnya, memegang pisau itu, ia lalu
merobek dadanya, dan berpura2 mengeluarkan hatinya, menciumnya lalu
melemparkan hatinya itu pada Gob. Gob akan menangkap ‘hati’ Peud,
menciumnya lalu seakan2 menyatukannya ke dalam hatinya. Setelah itu,
Peud menunjuk Gob dan mengeluarkan kata2 saktinya, “Jaga baik2 ya…hatiku
itu. Cuma ada satu, dan aku tidak mudah memberikannya ke orang.
Aku…hanya mempersembahkannya untuk orang yang aku cintai” Adegan yang
membuat eneg tapi kocak banget..hahahaha. Juga adegan saat Gob kabur
dari Ibunya saat hendak di jemput Peud dengan motor barunya. Gob
mengangkat kakinya dengan gaya unik hanya untuk naik ke motor…hahaha.
Film
ini sangat dekat dengan kehidupan sehari2 kita. Selain mengajarkan
tentang problema kehidupan sosial masyarakat, film ini juga mengajarkan
bagaimana bentuk pengendalian diri dari sikap egois dan ambisi yang
harus diraih tanpa menyakiti orang lain bahkan menyakiti diri sendiri.
Seperti Jib, yang menyesal karena ambisinya yang besar hingga merusak
rencana pernikahannya.
Film
yg rekomended banget nih fams buat ngilangin stress. Jadi list tontonan
buat liburan nanti juga oke banget, pemerannya juga cakep. Belum lagi
liat senyum Suer….sueeerrrrr bikin keblinger! Hahahahaha….
Q bersama teman-temannya adalah siswa terpopular di sekolahnya. Berkat
band yang mereka bentuk banyak penggemar ataupun yang ingin sekali
bergabung ke band tersebut agar popular seperti mereka. Namun mereka
tetap tidak menerima satupun anggota baru. Sampai suatu hari pun, Q
bertemu dengan seorang perempuan gendut berkacamata dan jelek rupanya. Q
menolak mentah perempuan itu. Perempuan tersebut yang bernama Kerr pun
bersumpah tidak akan menerima cinta Q kelak jika dirinya bertumbuh
menjadi perempuan dewasa yang cantik. Seiring berjalannya waktu, Kerr
pun berubah menjadi wanita cantik dan sebaliknya Q kini menjadi pria
lemah dan tidak sepopular dahulu. Q pun jatuh cinta kepada Kerr.
Masih ingat film Thailand yang cukup fenomenal di tahun 2010 yang
berjudul Crazy Little Thing Called Love? Jika kalian lupa sedikit akan
diingatkan kembali disini, film itu tentang cerita cinta monyet pasangan
di masa sekolah mereka. Lika-liku romantisme percintaan remaja pun
terjadi diantara mereka berdua dan semua terlihat alami tanpa adanya
adegan yang maksa. Nah di tahun 2012, sutradara film CLTCL kini kembali
dengan film yang mengangkat genre yang sama yaitu romantis komedi dengan
judul My Name Is Love atau (ค้าเรียกผมว่าความรัก).
Mengangkat cerita percintaan remaja nampaknya sudah tidak asing buat
para sineas Thailand. Sudah banyak film produksi sana yang cukup sukses
membuat penonton tersenyum atau bahkan berkaca-kaca matanya karena jalan
cerita film mereka yang terlihat begitu manis dan menyentuh. My Name Is
Love nampaknya bukanlah sesuatu yang baru lagi untuk film romantis
komedi Thailand. Ketika menonton film ini pun ingatan ke film thailand
lainnya pun begitu kuat terasa di film ini. Sebagai contoh saja, nyawa
beberapa film yang diberikan disini mengingatkan pada film 30+Single On
Sale, Suckseed, dan terakhir ATM.
Cerita My Name Is Love secara keseluruhan cukup menghibur, akan tetapi
jika ingin membandingkan dengan film Crazy Little Thing Called Love
nampaknya jauh sekali rasanya. Karena masih banyak yang harus dirubah
agar menghiburnya sama dengan film CLTCL. Sebagai contoh saja, maksud
dari film ini terlihat bertele-tele sekali. Sebenarnya film ini tentang
dewa cinta atau mendapatkan cinta dahulu yang sempat dia tolak? Atau
menghubungkan keduanya? Jika memang ingin menghubungkan keduanya pun
film ini jatuhnya jadi berasa lama sekali.
Walaupun film ini terlampau lama durasinya karena bertele-tele, akan
tetapi tidak melupakan makna yang tersembunyi ingin dibagikan kepada
penonton ketika keluar dari studio. Salah satu makna yang dapat diangkat
yaitu bahwa namanya cinta pasti akan datang sendirinya walaupun adanya
seorang dewa cinta. Karena dewa cinta itu ibarat kata hanya sebagai
jembatan saja, selebihnya yang tahu makna cinta itu apa ya orang yang
menjalankannya tersebut. Tanya lagi pada hati kecil anda, apakah anda
benar-benar cinta kepadanya. Kalau iya, lupakan namanya gengsi atau
takut walaupun dahulu pernah membuat kesalahan kepada orang yang anda
cintai sekarang.
Scoring film ini cukup menghibur, apalagi pas adegan anak kecil menembak
seorang pujaan hatinya. Begitu hidup suasana yang diberikan lagu ini.
Selain itu beberapa scoring film ini juga enak dan memanjakan
pendengaran penonton. Sinematografi film ini tidak ada sesuatu yang
istimewa. Gerakan slow motion ada beberapa yang menarik di film ini.
Deretan pemain film ini nampaknya tidak begitu banyak yang tahu jika
memang bukan pecinta film Thailand. Setidaknya para pemain 30+Single On
Sale, The Little Comedian, dan juga Suckseed. Sebut saja Arak
Amornsupasiri, Jazz Chuancheun, Khom Chuan Chuen, Thunyasupan
Jirapreechanon. Arak di film ini terlihat lebih baik daripada di film
30+ Single On Sale, akan tetapi jauh lebih di film Best In Time.
Akhir kata film My Name Is Love adalah film Thailand di bulan November
2012 yang terlihat cukup menghibur. Setidaknya kegaringan film ini agak
terobati dengan manis dan beberapa humor segar yang diberikan film ini.
Jika kalian kangen dengan film Thailand dengan genre romantis komedi,
tidak ada salahnya menonton film ini di Blitzmegaplex kesayangan anda.
:Salam JoXa:
Born of Hope is an independent feature film inspired by the Lord of
the Rings and produced by Actors at Work Productions in the work. Http://www.bornofhope.com
Thanks to Chris Bouchard and the H4G team for putting the film here.
It should also be on it’s proper Youtube channels soon: ActorsatWork http://www.youtube.com/actors… BornofHope http://www.youtube.com/bornof… Check them out for more videos regarding the film including the audio commentary. http://www.youtube.com/watch…
A scattered people, the descendants of storied sea kings of the
ancient West, struggle to survive in a lonely wilderness as a dark force
relentlessly bends its will toward their destruction. Yet amidst these
valiant, desperate people, hope remains. A royal house endures unbroken
from father to son.
This 70 minute original drama is set in the time before the War of
the Ring and tells the story of the Dúnedain, the Rangers of the North,
before the return of the King. Inspired by only a couple of paragraphs
written by Tolkien in the appendices of the Lord of the Rings we follow
Arathorn and Gilraen, the parents of Aragorn, from their first meeting
through a turbulent time in their people’s history.
Film Thailand SuckSeed. Film komedi romantis yang beredar pada tahun 2011 ini sangat populer di Thailand dan Indonesia.
Film yang dibintangi oleh Jirayu La-ongmanee, Patchara Jirathiwat dan
Thawat Pornrattanaprasert ini menceritakan tentang Ped (diperankan oleh
Jirayu). Dia bersahabat dengan Koong (diperankan oleh Patchara) sejak
masih kecil. Koong ini punya saudara kembar yang bernama Kay. Koong dan
Kay sangat populer di kalangan gadis-gadis SMA karena mereka mahir
bermain gitar.
Suaru hari Koong mengajak Ped untuk membentuk sebuah band rock. Teman
mereka yang bernama Ex (diperankan oleh Thawat) pun diajak. Sebenarnya
tujuan dibentuknya band tersebut agar mereka bisa menarik perhatian para
gadis sekolah. Tapi sayangnya penampilan mereka hancur dan musik yang
diusung band itu dirasa cukup aneh.
Keadaan mereka berubah drastis dengan datangnya seorang gadis murid
pindahan dari sekolah lain yang bernama Ern (diperankan oleh Nattasha
Nauljam). Ternyata Ern tidak lain adalah teman masa kecil Ped di SD yang
dulu diam-diam disukai Ped. Karena sangat mahir memainkan senar gitar
Ern diajak juga untuk bergabung, dia pun bersedia bergabung ke band
mereka yang dinamakan SuckSeed itu.
Kehadiran Ern ini membawa warna baru ke dalam musik mereka agar bisa
lebih diterima para murid SMA. Namun Ern juga membawa dinamika hubungan
antara Ped, Koong dan Ern sendiri. Ped sebenarnya ingin menyatakan rasa
sukanya pada Ern yang dulu belum sempat diutarakannya, Tapi masalahnya
ternyata Koong juga menyukai Ern. Hubungan cinta segitiga ini membuat
Ped bimbang.
Akankah band SuckSeed ini bisa populer dan diterima masyarakat? Siapa
yang akan dipilih Ern, Apakah Ped atau Koong? Tonton sendiri filmnya
ya..
this is the video of A Crazy little thinga called love
this the sinopsis
Cast
Mario Maurer as Chon
Pimchanok Lerwisetpibol as Nam
Sudarat Budtporm as Guru Inn
Perawatch Herabutya as Guru Phol
Pijitra Siriwerapan as Guru Aorn
Acharanat Ariyaritwikol as Top
Khachamach Promsaka Na Skolnakorn as Pin
Tahun berikutnya...
Hari itu hari ulang tahun Cheer. Nim bertanya pada Cheer hendak membeli cake apa pada hari ulang tahunnya.
“Vanilla Cake, Nam suka kue itu”ujar Cheer. Saat Cheer sedang asik memilih-milih kue, Nam belum datang. Nim segera menelponnya.
Nam
rupanya sedang pergi ke danau bersama Chon cs, “Aku sudah menelpon
Cheer tadi pagi namun ia tak mengangkat teleponnya, sampaikan ucapan
selamat ulang tahunku pada Cheer. Iya, aku minta maaf karena aku takkan
bisa pulang tepat waktu...”
Di
danau, semua sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang
asik bermain gitar, ada yang memanggang makanan. Nam duduk di meja makan
sambil memandangi Chon yang asik memotret pemandangan dari jembatan (indah banget).
Tak lama Top menghampiri sambil menghidangkan cumi-cumi hasil
panggangannya, mau nggak mau Nam berpaling dari Chon. Wajah Top
mendekati wajah Nam sampai membuat Nam risih, “Aku akan kembali..”
katanya. Saat Nam kembali melihat ke arah jembatan, Chon sudah tak ada.
Nam pergi ke jembatan dan duduk disana. Chon datang, “Apa yang kau lakukan disini?”
“Aku
rasa pemandangan disini indah”kata Nam. Mereka sama-sama terdiam. Nam
membuka percakapan sambil menawarkan cumi, “Kau mau makan cumi?”
Chon menoleh, “Kau tak tahu cerita cumi ya?”
Nam menggeleng, “Tidak.”
“Aku
akan memberi tahumu,” Chon pindah duduknya ke samping Nam, ia mulai
bercerita, “Pada suatu waktu, ada pasangan cumi. Mereka telah mengarungi
lautan dan samudra yang luas hingga mereka bertemu dan saling jatuh
cinta, akhirnya mereka menikah. Pada hari pernikahannya, pendeta cumi
menyuruh mereka saling berpegangan tangan... jadi mereka saling
berpegangan tangan.... memegang tangan... memegang tangan... memegang
tangan...”
Chon menempelkan jari-jarinya satu-satu. Nam tertawa geli melihatnya.
“Kak Chon, kau gila!”ujar Nam.
Chon tersenyum.
“Tapi lucu” tambah Nam lagi.
“Yang mana? Yang cerita, atau yang cumi?”tanya Chon.
“Yang
cerita! Eh, tidak, yang cumi! Umm... aku bingung...” ujar Nam, Ia
melirik cumi panggang, “Aku jadi agak tak mau memakannya.”
“Aku juga tak makan cumi begitu lama karena cerita itu” tambah Chon. Mereka pun terdiam.
“Jadi...” Nam bersuara, “Apakah kau pernah memegang tangan seseorang seperti cumi itu?”
“Pernah
sekali” jawab Chon sambil menatap ke danau, “Seorang gadis berwajah
canggung hampir jatuh dari panggung, jadi aku memegang tangannya...”
Belum selesai Chon cerita, Top datang sambil langsung memakan cumi panggang. Nam dan Chon berteriak, “Jangan!”
“Kenapa? Ini enak..”ujar Top sambil terus mengunyah. Nam dan Chon cuma bisa menghela nafas kesal.
Mereka bertiga hendak pulang. Chon dan Top berjalan di depan sementara Nam mengikuti di belakang. Chon dan Top berbicara serius.
Top : “Aku bertanya padamu langsung. Apa kau suka pada Nam?”
Chon : “Eh, kau akan bersamanya bukan? Kenapa kau bertanya padaku seperti itu?”
Top menepuk bahu Chon sambil tersenyum, “Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya...”
Tiba-tiba
terdengar suara teriakan Nam di belakang. Nam terpeleset hingga kakinya
terkilir. Top dan Chon langsung berlari ke arahnya. Top bertanya apa
Nam masih bisa berdiri, Nam mengiyakan. Tapi ternyata ia tak sanggup,
mau tak mau ia menerima tawaran Top. Sedangkan Chon yang menggendong tas
Nam. Suara hati Nam saat itu, "Tuan Kancing... hari ini Chon membawakan tas saya..."
Pulangnya
Nam langsung ke rumah Cheer. Ia membawakan cake kecil. Saat pintu rumah
Cheer dibuka, Nam sudah bersiap, “Happy birth...”
Namun yang keluar ternyata ibunya Cheer, “Cheer tak ada. Ia masih pergi bermain dengan Nim dan Gie. Nam tak bersama mereka?”
Nam menggeleng sambil tersenyum kecut.
“Telepon saja mereka” saran Ibu Cheer lalu menutup gerbangnya lagi. Nam akhirnya meniup lilin di cake itu sendiri.
Keesokan harinya Cheer, Nim dan Gie mengerjakan PR tanpa Nam. Nam justru duduk bersama gengnya Chon.
“Aku rindu hari-hari ketika kita mengerjakan PR bersama-sama”kata Nim.
“Seorang bidadari harusnya berada di surga”ucap Cheer sinis. Ia masih marah karena Nam tak datang ke ulang tahunnya.
“Tenanglah Cheer, kau masih punya ulang tahun tahun depan” ucap Nim.
Cheer emosi, “Aku hanya punya tiga orang teman Nim! Jika aku jadi dia, aku takkan melakukan hal itu!”
Nam yang melihat teman-temannya sedang mengerjakan PR bersama menghampiri, “Hey! Kita kerjakan PR bersama-sama yuk!”
“Kenapa
kau tak mengerjakannya bareng Chon saja?!”ujar Cheer sinis langsung
menutup bukunya dan segera pergi dari situ. Nim dan Gie mengikutinya.
Nam ditinggal sendiri.
Nam sedang duduk sendirian di depan kolam ketika Chon datang.
“Top belum datang? Aku disuruh olehnya mengajari anak kelas 3,” tanya Chon duduk disamping Nam.
Nam tersenyum, “Kak Top sedang mencari buku untuk proyek anak kelas 3”
Chon ikut tersenyum, ia memandang lurus ke depan, “Hari itu ibuku masuk rumah sakit...”
Nam menoleh, “Kapan?”
“Hari
dimana ayahku gagal melakukan tendangan pinalti. Aku lahir pada hari
itu. Jadi ayahku memberi hadiah pada hari kelahiranku... yaitu tak
bermain bola lagi seumur hidupnya. Akulah yang membawa nasib buruk. Coba
lihat, Provinsi ini tak pernah mencapai sejauh itu sejak hari itu...”
“Kau tak apa?”tanya Nam khawatir.
“Bagiku
untuk dihina?”tanya Chon balik, “Aku tidak apa-apa. Aku sudah biasa.
Sudah menjadi nama belakangku. Chon, yang ayahnya tak bisa menendang
pinalti...”
Nam menunduk menyesal.
Chon tersenyum, “Tapi aku benar-benar tak apa. Aku seorang pemain sepak bola.”
“Jadi kau mau terus bermain sepak bola?”
“Aku tak tahu... untuk saat ini, aku lebih membutuhkan seseorang...”
Nam
menoleh kaget. Tapi sebelum Nam mendengar penjelasan Chon lebih lanjut,
Top datang dan memanggil Nam. Ia meminta bantuan Nam untuk mencari buku
bersamanya.
Malamnya
Chon dan kawan-kawan mengadakan piknik dan api unggun. Nam ikut. Ia
membantu Chon yang bertugas memasak. Top duduk di dekat api sambil
mendengar Pin bernyanyi. Faye memandanginya, jelas-jelas sekarang Faye
naksir pada Top. Nam dan Chon membicarakan soal kejutan ulang tahun
untuk Ake, teman mereka. Tanpa sengaja tangan mereka berdua saling
bersentuhan. Hati Nam berdebar, ia mendekatkan diri lagi ke Chon.
Kemudian acara kejutan untuk Ake dimulai. Chon dan Top mau perform cerita.
“Ini terjadi ketika kita kelas 5 SD...”Chon memulai cerita.
Top
ketawa, “Kita berdua jatuh cinta pada cewek yang sama. Namanya Boe,
kelas 4. Kita bersaing satu sama lain, berlatih menari agar salah satu
dari kami bisa berdansa saat pesta sekolah. Tapi saat hari itu tiba,
Chon kita kena sakit cacar....”
Semua tertawa termasuk Nam.
“Jadi hak berdansa dengannya jadi milikku, yeah...”lanjut Top.
Chon menambahi, “Tapi pada akhirnya Top juga tak berdansa dengan Boe. Jadi kita berdua sama-sama gagal...”
“Eitt” sela Top, “Itu karena Chon mengancam kalau ia tak mau berteman lagi denganku. Setelah itu kita saling berjanji....”
“Bahwa kita takkan jatuh cinta pada cewek yang sama lagi...”tambah Chon.
Tawa Nam pupus sudah. Top jelas-jelas naksir padanya, itu berarti tak ada harapan untuknya ditaksir oleh Chon.
Top
dan Chon kemudian bernyanyi sambil menarikan tarian yang lucu,
mengundang keceriaan. Top menarik Nam agar ikut menari bersama mereka.
Yang lain juga berdiri dan ikut menari. Semuanya diliputi keceriaan.
Namun di tengah tarian, Top yang rupanya sedang bahagia mengambil
kesempatan mencuri pipi Nam. Nam terpaku. Yang lain masih menari,
sementara kebahagiaan Nam sudah hilang.
Top
mengantar Nam pulang. Saat Nam hendak segera masuk ke rumahnya, Top
berkata, “Nam, besok aku akan datang ke sini lagi ya. Kita nonton
pertandingan Chon bersama-sama”
“Kak Top tak perlu menjemputku lagi”ujar Nam dingin.
“Kenapa? Kau ada acara?”
“Tidak, maksudku tolong jangan terlibat denganku lagi...”
Top bangkit dari sepeda motornya, “Kau marah karena aku mencium pipimu? Bukankan kau pacarku?”
Nam berbalik marah, “Kak Top, aku tak pernah menerima bahwa aku pacarmu”
Kasian banget Top pas disini, “Lalu apa artinya semua selama ini?”
“Maafkan aku kak, aku sudah mencintai seseorang...” jawab Nam.
“Siapa Nam?” tanya Top. Oh.. poor Top.
Nam hanya berbalik dan segera masuk rumah tak menjawab pertanyaan Top.
“Siapa.... Nam.... siapa?!”tanya Top. Ia terduduk lemas di sepeda motornya.
Top
menemui Chon untuk menceritakan semuanya, “Dari semua gadis yang
bersamaku, ini yang paling menyakitkan.... Aku mohon satu hal saja
padamu Chon... Tak peduli apa yang terjadi, kau tak akan memacari Nam
kan?”
“Apa kau berpikir alasan Nam memutuskanmu adalah aku?”tanya Chon.
“Tidak. Hanya aku tak tahan, jika sahabat terbaikku berpacaran dengan gadis yang kucintai...”
Chon memandang keluar sambil menghela nafas, “Jika kau mengatakan seperti itu, aku bisa apa?”
“Tak apa-apa kan buatmu?”tanya Top.
“Iya” jawab Chon. Mereka berdua kemudian saling menjabat tangan.
Hari-hari
berikutnya dilalui Nam seorang diri. Tak ada lagi teman-teman
bersamanya, tak ada lagi Top yang menjemputnya ke sekolah dan Chon juga
seperti menghindarinya. Ketika ia melihat Top yang digoda Faye dengan
trik ‘terkilir kaki’ ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Ia memutuskan
untuk fokus belajar agar mendapat ranking satu. Meski ia sering
terbayang Chon jika ia melihat Tuan Kancing dan membuatnya menangis
sendirian.
Di rumahnya Chon bermain sepak bola dengan ayahnya yang sekarang tak takut lagi.
“Chon, kau tahu tadi Manajer Bangkok Glass meneleponku...”kata ayahnya.
“Lalu?”tanya Chon masih fokus ke bolanya.
“Dia bilang kalau dia akan menerimamu di Klub Bangkok Glass”
Chon tak percaya, “Ayah menipuku agar bisa merebut bola dariku ya...”
Ayahnya
tertawa, “Untuk hal sepenting ini siapa yang berbohong. Setelah ini kau
harus segera bersiap-siap. Mungkin setelah lulus ujian tahun ini, kau
akan pergi belajar ke Bangkok.”
Chon senang sekali, ia menghampiri ayahnya dan memeluknya, “Ayah! Terima kasih...!”
Hari ujian tiba, Nam menjalankan ujiannya dengan serius. Ia ingin bertemu dengan ayahnya yang di Amerika.
Di
luar Guru Inn sedang sangat sedih. Guru Phol mendapat beasiswa untuk
melanjutkan study ke luar. Guru Inn meminta sesuatu pada Guru Phol.
“Apa?”tanya Guru Phol. Guru Inn menunjuk ke arah hati Guru Phol. Guru
Phol salah paham, ia malah memberikan peluit miliknya. Tak lama datang
Guru olahraga baru yang akan menggantikan Guru Phol. Ternyata guru yang
baru lebih keren dan ganteng daripada Guru Phol, Guru Inn langsung
menghampiri Guru baru itu dan mengacuhkan Guru Phol. Guru Phol cuma bisa
garuk-garuk kepala bingung.
Tahun pelajaran berikutnya...
Hari
itu Cheer memutuskan tak akan melanjutkan sekolah yang sama dengan
kawan-kawannya. Ia akan memasuki sekolah kejuruan. Saat mereka asik
mengobrol, Nam datang dan suasana langsung tak enak. Nam duduk dengan
sedih di jarak yang tak jauh dari mereka. Ia memandangi wajah Cheer dan
masih berharap Cheer akan memaafkannya. Rupanya hati Cheer masih belum
luluh. Nam dengan sedih menyanyikan lagu yang dulu mereka nyanyikan
bersama-sama.
“Senin aku menunggu... Selasa aku masih menunggu
dan melihat, melihat apakah kau baik-baik saja... Rabu kau masih tak ada
disini, pagi hari atau kemudian, Kamis juga masih kosong...”
Gie tak tahan, ia menghampiri Nam dan mereka bernyanyi sama-sama sambil menangis.
“Jum’at, Sabtu atau Minggu, tiada hari tanpa merindukanmu... Tiada hari kau akan kembali...”
Nim ikut menangis meski ia masih ada disamping Cheer, sementara Cheer masih bertahan.
“...menjadi
tua dalam hari-hari kita... hari dimana kau ada disampingku, hari
dimana kau ada di dekatku, hari dimana kita saling berpegangan
tangan...”
Nam mendekati Cheer, “...hari dimana aku mencintaimu, hari dimana aku berbicara denganmu, hari dimana kau mendengarkanku....”
Akhirnya
Cheer menangis dan ikut bernyanyi, “...Berapa lama aku akan seperti ini
aku tak tahu, Berapa bulan atau berapa tahun....”
Mereka berempat saling berpelukan dan menangis bersama. (aslinya ini lagu ceria, tapi pas dinyanyikan ma mereka jadi kelihatan sedih...), “...berapa miliar kenangan masa lalu kita bersama, aku selalu merindukanmu...”
“Cheer, Nam minta maaf”isak Nam.
Cheer menangis, “Kenapa kau menangis? Menyanyikan lagu seperti kita sedang berakting di opera sabun saja...”
“Ya...” kata Nam masih menangis, “Kenapa kita menangis? Kita tidak menangis, kita sedang tertawa...”
Mereka pun menyanyikan lagu nya bersama-sama.
Nam
sedang menyapu dan beres-beres rumah ketika Cheer cs datang dan
memberitahu kalau mereka bertemu dengan Guru Inn di toko eskrim, “Dia
mengatakan kalau dalam ujian.... Nam mendapatkan.... “
“Aku mendapatkan apa? tanya Nam tak sabar.
“Nam.... Nam...dapat ranking 1...”
Nam
terkejut. Ia melompat-lompat senang kemudian memeluk ibunya. Ibunya
mengatakan sekarang Nam sudah bisa bertemu dengan ayahnya. Nam semakin
senang. Pang melihatnya iri. Ia mendapatkan ranking 8 tapi ia ingin ikut
dengan Nam. Nam tak mengizinkan.
Saat itu tiba-tiba Nam langsung memikirkan Chon.
Di
hari yang sama, Pang kedatangan temannya. Dia mengantarkan foto cowok
yang Pang taksir. Nam yang tertarik menghampirinya dan menggodanya. Pang
tahu kalau ini adalah kesempatan untuk Nam balas dendam karena dulu
Pang pernah mengadukan soal Nam yang naksir Chon. Tapi Nam cuma
menggodanya dan menasihati agar Pang tak cepat-cepat memikirkan soal
pacaran karena belum dewasa.
Nam kemudian kumpul bersama teman-temannya. Cheer menanyakan Nam, “Nam apakah Chon sudah tahu?”
Nam menggeleng lemah. Gie menatapnya heran, “Kau sungguh hebat! Jatuh cinta pada orang yang sama 3 tahun lebih!”
“Kurasa
kau tak perlu mengatakannya pada Chon” timpal Nim, “Biar seluruh dunia
mencatat bahwa ada seorang gadis gila yang mencoba untuk menjadi cantik
selama tiga tahun demi seorang laki-laki. Meskipun laki-laki itu tak
tahu apa-apa.”
Cheer menasihati Nam, “Nam, mungkin mulai sekarang kau takkan pernah melihatnya lagi. Kau masih akan diam saja?”
Nam melirik buku 9 Metode Cinta nya, “Aku sudah coba berbagai cara...”
“Jangan takut, kami selalu mendukungmu”ujar Cheer, “Benarkan?”
“Iya!”sahut Nim, “Kau sangat cantik, rajin belajar juga baik hati kenapa dia bisa tak menyukaimu?”
Nam kesal, “Kalian benar-benar memujiku tidak sih?”
Malamnya Nam menghias setangkai bunga Mawar Putih, metode ke 10, dari Thailand, yang paling tulus.
Hari kelulusan tiba, Nam menunggu Chon keluar dari kelasnya namun ternyata Chon masih dikelilingi oleh teman-temannya (PS: Nam dan Chon lulus bersama, sepertinya Nam akselerasi).
Nam harus menunggu sampai ia dan Chon memiliki waktu hanya berdua saja.
Ia mengikuti Chon bersama teman-temannya. Sampai akhirnya Chon pergi
untuk memotret sendirian ke ruangan kolam renang, Nam didorong
teman-temannya untuk mengambil kesempatan itu. Teman-temannya berjaga di
luar ruangan.
Chon memotret Kolam renang sebagai kenang-kenangan. Nam menghampirinya, Chon pun memotret Nam.
“Nam, kau belum menanda tangani kemejaku,” ujar Chon (di Thailand juga ada tradisi mencoret-coret baju, tapi versi tanda tangan. Lebih rapi).
“Kak
Chon, aku ingin mengatakan sesuatu”Nam menghela nafas mengumpulkan
kekuatan. Kemudian ia mulai mengatakan semuanya, “Aku mencintaimu. Aku
sudah mencintaimu selama lebih dari 3 tahun ini. Aku sudah melakukan
segalanya, mengubah diriku dalam banyak hal demi kamu. Aku mendaftar
klub penari klasik, melakukan drama panggung, menjadi pemimpin grup
mayoret, lebih rajin belajar, semuanya karena kamu.... Tapi aku tahu
sekarang, hal seharusnya kulakukan, dan harus sudah kulakukan sejak dulu
bahwa... adalah memberitahumu... Nam cinta Kak Chon...”
Nam
menghela nafas dan mengeluarkan air mata kelegaannya. Ia menyerahkan
mawar putih yang sudah ada kartu ucapan dan Tuan Kancing yang terikat di
tangkainya pada Chon yang tertegun sambil menatap Nam.
Sesaat
setelah Nam menghapus air matanya karena lega, tanpa sengaja matanya
melihat ke arah kantung kemeja Chon. Tertulis disitu, Pin cinta Chon.
Nam terkejut (sepertinya di Thailand, kalau yang ditulis di kantung kemeja berarti nama kekasih atau pacar).
“Kak Pin dan Kak Chon...?”tanya Nam hampir tak bisa bersuara. Air matanya mengalir lagi.
Chon mengangguk dengan berat.
“Kapan?”tanya Nam lagi dengan susah payah (aku nangis pas bagian ini, 3 tahun gitu lho).
“Seminggu yang lalu...”jawab Chon pelan.
Nam
seperti bingung untuk bertindak. Ia menangis tapi kemudian berusaha
untuk tertawa, “Hahaha.... Kak Pin dan Kak Chon berpacaran... haha...
kalian cocok... lucu...”
Chon masih memandangi Nam dengan penuh perasaan bersalah.
Nam sekuat tenaga menahan tangisnya, ia menepuk bahu Chon, “Semoga kalian bahagia...”
Nam yang sudah tak tahan ingin segera pergi dari situ, lupa kalau di sampingnya ada kolam. Ia berbelok dan langsung tercebur.
“Nam!”seru Chon.
Nam yang basah kuyup mencoba untuk terus tertawa, “Aku tak apa-apa...”
Chon menawarkan bantuan untuk Nam keluar dari kolam, tapi Nam tak menyambutnya. Ia benar-benar berusaha tak terlihat menangis.
“Kalian cocok”ucap Nam sebelum berbalik pergi memunggungi Chon.
“Nam kau baik-baik saja?”tanya Chon.
Nam menangis tapi memberi isyarat kalau ia baik-baik saja lewat jarinya.
Chon tak percaya, ia masih berusaha memanggil Nam, “Nam!”
Di
luar Nam disambut teman-temannya yang terkejut melihat Nam basah kuyup.
Nam langsung pergi tanpa ingin bertemu teman-temannya dulu. Gie
berusaha menyusulnya namun ditahan Cheer. Mereka ikut menangis karena
sudah bisa menebak apa yang terjadi.
Nam berjalan melewati Pin, Pin
juga kaget melihat Nam basah kuyup. Ia menahan Nam dan bertanya apa yang
terjadi. Nam tadinya ingin langsung pergi. Tapi kemudian ia kembali dan
memeluk Pin erat-erat tanpa berkata apa-apa lalu langsung pergi dan
membuat Pin terheran-heran.
Chon tiba di rumah setelah malam (sepertinya dia mampir dulu ke suatu tempat)
dan terheran-heran melihat sebuah mobil sedan bagus terparkir di depan
rumahnya. Di rumah ia langsung disambut oleh lemparan kaos dari ayahnya,
“Selamat datang pemain junior Bangkok Glass!”
Rupanya di rumah sudah
ada Manajer dan Pelatih tim Bangkok Glass. Chon sudah di terima sebagai
pemain junior mereka. Chon yang senang memeluk ibunya. Kemudian ia
membuka kulkas dan mengambil sesuatu yang sangat familiar...
Kotak
cokelat pemberian Nam yang duluuuuuu... banget, rupanya masih disimpan
baik-baik oleh Chon seperti Nam yang masih menyimpan gelas pepsi
pemberian Chon. O..o... apa artinya tuh?
“Siapkan pakaianmu Chon, malam ini kau harus berangkat bersama paman Neng (pelatih Bangkok Glass), besok kau harus sudah ada di kamp pelatihan!”
“Hah?! Hari ini ayah??!”seru Chon terkejut.
“Ya, buat apa lagi ditunda?”tanya ayahnya balik.
Chon
segera berlari ke kamarnya menaruh tas yang di dalamnya terselip bunga
mawar putih pemberian Nam. Ia mengambil sebuah buku di meja belajarnya.
Buku album foto. Mulai sekarang akan ada flashback adegan, dan kita
akan melihat semuanya dari sudut pandang Chon.
Chon
membuka buku itu, ternyata buku itu penuh dengan foto Nam yang dihias
begitu indah. Chon tersenyum sambil mengusap wajah Nam yang difoto
dengan lembut. Lembaran dibuka. Ada halaman yang penuh dengan foto buku 9
Metode Cinta milik Nam. Rupanya buku itu di foto ketika Nam
meninggalkannya saat latihan drama. Flashback adegan saat Nam mengambil
buku itu dan menyeret-nyeret kakinya buat menutupi nomor telepon Nam. Di
bawah foto buku itu ada tulisan, “Buku ini lucu. Tapi membuatku tahu betapa kau telah mencoba”
Di sampingnya lagi juga ada tulisan, “Aku ingin memberitahumu, bahwa kau telah berhasil sejak awal kau mencoba...”
Halaman
berikutnya terlihat penuh dengan foto Nam yang di dandani oleh Pin.
Kemudian flashback adegan lagi saat Nam tampil menjadi snow white yang
cantik pertama kali. Saat itu Chon terlihat tak tertarik dan hanya
mengatakan, “Dia tampak sama, Snow White dengan kawat gigi.” Padahal,
saat pergi Chon tersenyum sangat senang sampai mengepalkan tangannya
karena melihat perubahan Nam yang bisa menjadi begitu cantik.
Halaman berikutnya penuh dengan foto tangan Chon. Chon memotret tangannya sendiri kemudian menulis, “Bersentuhan tangan untuk pertama kalinya. Tapi aku harus segera melepaskan tanganku karena orang lain akan curiga” Flashback adegan saat Nam hampir jatuh dari panggung.
Di halaman berikut penuh dengan foto apel yang telah digigit, ada tulisan “Memberinya apel tapi ku gigit sedikit”. Rupanya sebelum pergi mengambil hadiah fotografi, Chonlah yang memberi Nam apel itu.
Kemudian Chon membuka banyak halaman lagi, semuanya isinya foto Nam yang sedang latihan mayoret, banyak sekali...
“Kau menjadi semakin baik! Semangat Nam!”
Flashback
saat Nam mati-matian berlatih melempar tongkat siang dan malam, rupanya
Chon hampir setiap saat memperhatikannya. Kemudian Chon memandangi foto
Nam yang menjadi pemimpin Mayoret.
“Cinta bisa mengalahkan segalanya, termasuk rasa takut”
Flashback
saat Chon berhasil menendang pinalti untuk pertama kalinya. Chon
rupanya berusaha menyingkirkan trauma dan rasa takutnya demi Nam. Ia
ingin agar Nam juga tak takut pada tongkat mayoret.
Di halaman
berikutnya ada foto pertumbuhan Pohon Mawar Putih yang sudah ia siapkan
jauh-jauh hari sebelum hari valentine. Di foto pertama tertulis, “Hari pertama.” Foto kedua, “Sangat sulit untuk tumbuh.” Foto kelima, “Tunas pertama.”
Flashback
saat Chon memberikan mawar putih pada Nam, setelah mengatakan itu dari
temannya, Chon berbalik kemudian menyalahkan dirinya sendiri yang tak
bisa jujur. Di bawah foto mawar putih yang telah tumbuh:
“Hari ini aku memberikan mawarnya pada Nam, kukatakan itu dari temanku karena aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya”
Kemudian
langsung flashback adegan saat Top menembak Nam. Chon turun dari tangga
dengan lemas. Ia hampir tak bisa berjalan lagi kemudian menyandarkan
kepalanya ke dinding tangga.
Halaman berikutnya gambar Top dan Nam dari bawah tangga.
“Hari ini aku melihat Top menembak Nam. Kau tahu? aku sakit. Kenapa waktu kita tak pernah cocok?”
Chon
menepuk bukunya dengan sedih. Ia teringat saat ia berlari-lari agar
bisa memotret Nam yang jadi pemimpin mayoret. Juga saat ia Top
menggendong Nam yang terkilir kakinya. Rupanya Chon sempat memotret dan
memasangnya di buku album itu.
“Aku juga ingin kau naik ke punggungku.”
Juga
banyak adegan flashback yang lainnya, termasuk saat Nam dan Chon di
kolam renang. Rupanya Chon sempat menyelesaikan kalimatnya meski tak
didengar oleh Nam yang pergi dengan Top, “Nam, maukah kau menjadi
kekasihku?”
Chon
mulai merasa hatinya makin tersiksa dan sakit. Saat Top mencium pipi
Nam, kau bisa lihat ekspresi wajah Chon, kaget dan pucat pasi.
Di
rumahnya Nam terus menangis. Tentu saja, ia telah mencintai Chon lebih
dari 3 tahun. Ia terus menangis sendirian di depan jendela kamarnya,
tanpa sadar malam itu Chon datang ke depan rumahnya. Ia datang untuk
menaruh buku album yang ia buat untuk Nam, agar tahu kalau selama ini ia
juga telah mencintai Nam lebih dari 3 tahun. Sejak Nam masih si itik
buruk rupa, Chon telah mencintainya apa adanya. Chon terngiang-ngiang
perkataan Top, “Aku memohon satu hal padamu Chon, apapun yang terjadi
kau takkan memacari Nam kan?”
Dengan langkah gontai Chon pergi dari
rumah Nam, karena ia harus segera berangkat ke Bangkok. Nam yang masih
menangis tak tahu kalau Chon melintas di bawah jendela kamarnya.
PS: Nonton adegan semua flashback Chon sambil dengerin OST nya yang pas banget sama hati Chon saat itu, bener-bener bikin aku nangis. Sedikit liriknya deh di bagian ending kutulis: ...hanya
bisa berharap kau akan mengetahuinya... bahwa aku disini untuk
mencintaimu, Aku memohon agar kau mengetahuinya.... suatu hari....”
9 tahun kemudian......
Motor
Chon berhenti di sebuah perusahaan. Kayaknya sih perusahaan
real-estate. Chon masuk ke perusahaan tersebut sambil menggendong bayi
yang ia bawa dari gallery fotografinya, dilihatnya Pin melambai ke
arahnya. Pin menghampiri Chon yang menyerahkan bayi itu pada Pin, “Maaf
sudah merepotkanmu”kata Pin (disini pertanyaan kak ari terjawab... hehehe).
Bayi itu ternyata bukan anak Chon, melainkan anak Pin. Sepertinya Chon
sudah memutuskan Pin di malam setelah Nam mengungkapkan perasaannya pada
Chon.
“Tak apa, anakmu sudah seperti anakku...”kata Chon. Sebenarnya
sih wajar kalau itu bukan anak Chon, sama sekali nggak ada
mirip-miripnya ama Chon. Hehehe....
Pin merengut “Seandainya suamiku bisa menyayanginya seperti kamu...”
Chon mengacak rambut Pin, “Ah, kau ngomong seperti itu lagi...”
Kemudian Chon hendak pergi tapi ditahan oleh Pin, “Hey Chon! Bagaimana tentang acara Tv yang kau sebut? Apa kau akan hadir?”
Chon tersenyum, “Aku tak tahu...”
Latar
pun berpindah ke sebuah acara talk show di sebuah Tv terkenal. Di situ
Nam duduk. Ia dihadirkan sebagai seorang desainer ternama yang karyanya
terkenal di Amerika. Bahkan katalog modenya pun dimuat di majalah mode
terkenal.
Cheer,
Nim dan Gie pun datang ke acara itu, mereka sudah dewasa, Nim bahkan
memakai seragam polisi. Mereka melambaikan tangan ke Nam yang dibalas
oleh Nam. Guru Inn juga hadir. Guru Inn rupanya sudah menikah dengan
Guru Olahraga tampan yang baru itu, Guru Boat. Tapi Guru Boat sangat
romantis terhadapa Guru Inn, bahkan cenderung terlalu romantis hingga
Guru Inn terlihat risih. Pang dan Ibunya juga datang. Pang sudah besar
sekarang.
Kemudian
talk show pun menyerempet ke masalah masa lalu Nam, “Kamu memberitahu
wartawan bahwa dulu saat kau masih muda, maaf, kau sama sekali tak
cantik, tak modis, sama sekali beda dari yang sekarang. Lalu apa yang
membuatmu berubah?”
“Itu karena saya jatuh cinta pada seseorang...”ucap Nam sambil tersenyum.
“Jatuh cinta?”tanya Hostnya, “Bisakah kau menceritakan cerita itu?”
“Bisa”
kata Nam memulai cerita, “Ia adalah senior saya. Seorang pemain sepak
bola. Sangat lucu. Pada saat itu saya berwajah jelek di kelas 1, maka
saya mencoba memperbaiki diri, jika itu bisa membuat saya menjadi lebih
cantik dan lebih baik, saya coba untuk lakukan. Saya juga mencoba
belajar dengan lebih rajin agar dia mungkin menyukai saya”
“Lalu apakah akhirnya dia tahu perasaanmu?”
“Dia tahu, tapi kisah kami tak berakhir bahagia. Aku pergi belajar ke Amerika untuk tinggal bersama ayahku”
“Oh itu buruk sekali”ucap Hostnya.
“Tapi
ketika saya kembali memikirkannya, dia seperti inspirasi untuk saya,
dia membuat saya menggunakan cinta dengan cara yang lebih baik... dia
seperti... kekuatan yang mendukung saya agar saya bisa menjadi lebih
baik hingga menjadi Nam yang sekarang...”
Host cewek itu kemudian
mengeluarkan sesuatu yang sangat Nam kenal. Itu Album yang dibuat Chon
untuk Nam, “Nam, kau masih mengingat buku ini?”
Nam terkejut, ia menerima buku itu kemudian mendekapnya erat, “Ingat. Iya saya ingat...”
Host nya tertawa, “Kalau begitu mari kita sambut pemilik buku ini! Chon, Mantan Pemain Bangkok Glass!”
Nam
terkejut. Ia menoleh ke belakang. Teman-temannya juga terkejut. Dari
belakang panggung, Chon muncul dengan membawa sebuket bunga dan
menghampiri Nam.
“Sekarang ia merubah karirnya menjadi fotografer profesional...”jelas Hostnya.
Nam
yang gugup tak tahu harus berbuat apa hanya bisa berdiri dan merapikan
gaunnya. Chon menyerahkan bunganya, “Saya ingin memberi ini untuk Nam”
Nam masih gugup, ia menunjuk dirinya sendiri, “Nam??”
“Ini untuk Nam...”ujar Chon lagi.
Nam
mengelus tengkuknya grogi, ia menerima bunga itu sambil malu-malu.
Mereka berdua masih berdiri sampai hostnya harus menyuruh mereka duduk.
“Saudara Chon, setelah lama tak bertemu Nam, ada yang ingin kau katakan? tanya Host.
“Euh,
saya ingin memberitahu Nam bahwa...”Chon mengeluarkan sesuatu dari
kantongnya, rupanya Tuan Kancing, “Kancing ini sebenarnya bukan milikku.
Mungkin milik Ding.”
Okeh, that’s hurt Chon... Nam menerima kancing itu dengan hati pahit. Sementara Chon malah tertawa geli.
“Lalu Bagaimana denganmu Nam? Apa kau memiliki sesuatu untuk dikatakan?”tanya Host.
“Emm, saya ingin bertanya pada Kak Chon...”kata Nam takut-takut, “Apakah... Kak Chon sudah menikah?”
Chon terlihat ragu dan berat mengatakannya, “Ummm.... aku....”
Nam menunggu dengan tegang. Tapi kemudian Chon tersenyum.
“Aku menunggu seseorang pulang dari Amerika...”kata Chon memandang Nam penuh senyum.
Nam tersenyum dan menangis bahagia. Kisah cintanya ternyata tak berakhir sedih. Chon masih menunggunya selama 9 tahun.
PS:Ada
dua hal yang kupikirkan, pertama Chon ternyata menepati janjinya pada
Top, ia janji kan takkan macarin Nam, tapi langsung ngelamar...
wkwkwkwkw.... yang kedua, di sampul DVD film ini tertulis: Based on True
Story. Berarti????!